KEBERSIHAN MERUPAKAN RUH KECANTIKAN

Senang berdandan merupakan tabiat wanita. Ingin selalu terlihat cantik dan menawan merupakan perkara  yang lazim  bagi mereka. Tak heran jika berbagai produk kosmetika dan pernak-pernik kecantikan yang menjamur di pasaran laku keras. Namun, dalam urusan yang satu ini ada satu asas berhias yang kadang luput dari perhatian.

Asas yang dimaksud yaitu kebersihan. Tidak terlalu berlebihan bila dikatakan bahwa “kebersihan adalah ruh kecantikan”. Tidak ada artinya berhias tanpa kebersihan. Sesuatu yang kotor dalam pandangan dan aroma yang tidak sedap akan merusak kecantikan dan berhias itu sendiri. Oleh karena itu kebersihan meruapkan urusan pertama yang harus diperhatikan seorang wanita ketika ia akan berhias dan mempercantik dirinya.

Islam merupakan agama yang memperhatikan kebersihan, karena itu seorang Muslimah yang menyandarkan dirinya kepada agama mulia ini selayaknya tidak meremehkan urusan tersebut. Paling tidak, ketika akan melaksanakan shalat lima waktu, seorang Muslimah mencuci anggota-anggota wudhunya dengan baik yang berarti akan hilang darinya kotoran dan debu dalam waktu lima kali sehari semalam. Dan tidak ada hal yang paling besar yang dapat engkau lakukan wahai Muslimah, daripada engkau menjaga kebersihan tubuhmu dan engkau berhias sekaligus, yang dengan begitu engkau akan raih ridho Allah SWT dan ridho suamimu sekaligus.

Air, satu alat berhias.

Berbicara mengenai kebersihan, sedikit banyak terkait dengan air. Sebagai salah satu nikmat Allah yang agung, air merupakan sumber kehidupan dan juga sumber kebersihan. Bisa dikatakan, tidak ada satu kehidupan pun yang dapat lepas dari kebutuhan akan air. Dan air juga merupakan alat berhias dan mempercantik diri.

Jika berhias tanpa kebersihan tidak ada faedahnya, lebih-lebih kebersihan dan kecantikan tanpa membasuh diri dengan air merupakan hal yang sia-sia. Mengapa demikian? Dengan air akan hilang kotoran yang merusak padnangan atau aroma yang mengganggu penciuman.

Yang dikatakan mandi tidaklah sekedar menuangkan air dalam jumlah yang banyak ke tubuh, namun yang penting bagaimana tubuh dapat mengambil faedah dari air tersebut. Rasul kita yang mulia, Muhammad SAW, adalah orang yang paling hemat dalam menggunakan air, “walaupun engkau berada di sungai yang airnya melimpah”, begitu kurang lebih nasihat beliau kepada para sahabat untuk hemat memakai air. Padahal beliau SAW adalah manusia yang paling menjaga kebersihan, tapi meski demikian tetap hemat dalam menggunakan air.

Menjadikan air sebagai sarana bebersih diri tidak berarti kita harus memperbanyak mandi dalam sehari, melebihi kebiasaan yang lazim. Bahakn ini merupakan sikap berlebih-lebihan alias pemborosan. Di samping itu, mandi melebihi kebutuhkan mengantarkan pada kekeringan dan pecahnya kulit. Yang hendak ditekankan di sini adalah mengingatkan bahwa agar tidak melupakan air, yang mana dengannya kulit akan kembali kepada keadaan yang normal setelah sebelumnya merasakan panas, ditempeli kotoran, debu dan aroma keringat yang tidak sedap.

Menghilangkan bau keringat.

Tubuh yang selalu berkeringat biasanya meninggalkan aroma yang tidak sedap. Dan ini jelas mengganggu penampilan dan kecantikan serta mengurangi kepercayaan diri. Perlu diketahui, fungsi keringat yang utama adalah menahan bertambahnya panas tubuh dari keadaannya yang normal/wajar, dan keringat ini pada asalnya saat dikeluarkan oleh tubuh tidaklah disertai dengan bau tak sedap. Tentu saja selama tubuh tersebut sehat dan bersih.

Adapun aroma tak sedap yang ‘dihasilkan’ keringat itu disebabkan karena tidak bersihanya bagian tubuh yang menjadi tempat keluarnya keringat, khususnya daerah lipatan-lipatan tubuh seperti ketiak misalnya. Tempat yang lembab dan kotor tadi mengundang kehadiran bakteri, yang pada akhirnya dia akan ‘berkarya’ sehingga keluarlah aroma tidak sedap dari tubuh yang kita kenal dengan istilah BBM alias bau badan menyengat.

Dari sini, sepantasnya mereka yang bau tubuhnya tak sedap untuk segera menghilangkan penyebabnya yang telah disebutkan di atas. Selain itu tidak sekedar mengeringkan keringat yang keluar ataupun sekedar menaburkan bedak dan menyemprotkan wangi-wangian ke daerah badan yang bau.

Perlu diketahui bahwa cara yang paling efektif menghilangkan bau keringat adalah dengan menggunakan air. Air merupakan wangi-wangian yang paling baik. Gunakan air beberapa kali untuk membersihkan sumber bau dari tubuh. Ketika mandi, jangan lupa menggosok daerah lipatan tubuh khususnya ketiak dan mencurahkan air secara langsung ke daerah tersebut. Akan bermanfaat pula jika daerah bawah ketiak diolesi separuh jeruk nipis yang telah diperas. In Shaa Allah, kita akan merasakan hasilnya.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah jangan biarkan rambut ketiak tumbuh memanjang. Bahkan harus segera dihilangkan karena rambut inilah yang juga memicu timbulnya bau. Hindari mengonsumsi bawang dalam keadaan mentah karena bawang termasuk jenis makanan yang merangsang bau badan.

Muslimah sholehah, bila ingin diterima dengan baik oleh lingkunganmu selain harus berhias dengan akhlak seorang Muslimah, engkau juga akan bersikap masa bodoh terhadap kebersihan tubuhmu dan jangan cuek dengan aroma t idak sedap yang engkau keluarkan. Perhatikan keberadaan dirimu, apalagi bila engkau telah memiliki suami. Jaga penciumannya darimu, jangan sampai dia mencium darimu kecuali aroma yang wangi dan memikat.

Demikian sekelumit dariku, untukmu sholehah. Semoga memberi manfaat…

Dikutip dengan perubahan seperlunya dari Ummu Ishaq Zulfa Husein dari bacaan: “Asrarul Jamal waz Zinah lil Mar’ah Al Muslimah” karya Ummu Nurani.

Karikatur-Wanita-Muslimah-364x555

Iklan

AKHWAT KUCEL? DEKIL? OH NO NO NO! :)

Make up, tata rias itu sebenernya penting nggak sih menurut kalian? Menurutku sih ya penting banget. Apalagi sekarang aku udah nikah, udah jadi seorang isteri dan Insha Allah juga calon ibu; so menjaga penampilan dan kecantikan bagiku super duper penting.

Ehm mau berbagi pengalaman aja nih. Dulu pas jamannya aku masih getol-getolnya jadi aktivis dakwah di kampus, aku sempat terheran-heran dengan teman-teman ‘dakwah’ku. Herannya gimana? Gini lho, mereka sama sekali nggak ada polesan make up . Iya dalam Islam memang kami makhluk Hawa memang dilarang berdandan, apalagi jika tujuannya untuk mempercantik diri sehingga orang-orang yang melihat terutama kaum Adam terpesona dengan kita. Tapi guys poin yang ingin kusampaikan di sini bukan tentang membuat orang lain terpesona terutama kaum Adam, itu sama sekali bukan. Maksudku gini, ya kita memang nggak boleh kalau tujuan berdandan adalah untuk hal-hal seperti yang udah aku sebutin tadi. Tapi, meski demikian bukan lantas kita tidak berdandan to? Dandan gimana sih?

Gini lho, dandan di sini mengandung makna menjaga kecantikan dan kebersihan diri. Okelah silahkan jika tak ingin pake bedak, no anti deodorant, terserah kalian. Asalkan dengan demikian kalian yakin bisa menjaga kebersihan diri, karena kebersihan diri adalah sebagian dari iman. Pengalamanku dahulu kala, ada beberapa akhwat (tidak semuanya lho ya) yang cuek bebek dengan hal-hal yang berkaitan dengan kebersihan bahkan terkesan umbrus menurutku. Mereka memakai pakaian syar’I, jilbab lebar menutup dada, kaos kaki; dari segi menutup aurat, top abis deh. Tapi, aku sempat terkejut pada mulanya ketika bertemu mereka kemudian cipika-cipiki (you know what, kami terbiasa cium pipi kanan-kiri setiap kali bertemu), dan aku mencium bau yang ‘mak breng’ menyengat banget. Ya Allah, bau apa ini? Sambil berusaha santai dan seolah tak mencium bau-bau yang mengganggu, aku tetap tebar senyum sambil basa-basi menanyakan kabar, mau ke mana, dan  sebagainya. Setelah mereka berlalu, aku terdiam sejenak dan berpikir. O mungkin mereka belum sempat bersih-bersih karena aktivitas padat hingga sore hari, jadi wajarlah jika ada aroma yang kurang sedap.

Ganti hari ganti kesempatan, aku bertemu lagi dengan mereka dan masih dengan aroma yang khas mereka. Ya ampun, kali ini apa kalau bukan unsur kesengajaan alias memang beginilah gaya hidup mereka? *Oya, maaf kusebut mereka. Mereka di sini bukan mengacu pada satu golongan, tapi aku menggabungkan antara beberapa orang yang memiliki ‘gaya hidup’ yang sama. Hehehe, bisa dipahami ya?

Sejak dulu aku memang sangat memperhatikan penampilan, dari segi positif lho ya bukan dengan maksud kemayu atau menggoda lawan jenis. Tapi karena ya I just love grooming, aku suka banget sama yang namanya menjaga penampilan tetap fresh, bersih dan good looking. Ya meskipun gitu tapi tetap ada juga lah saat-saat di mana aku terlihat kucel dari biasanya, misalnya ketika dulu aku sakit demam berdarah dan harus opname seminggu di rumah sakit; keadaan-keadaan tertentu aja.

Dulu pas jaman kuliah, pas jaman masih sibuk-sibuknya jadi aktivis; aku biasa pulang ke kost hingga pukul 20.00 – 20.30 WIB-an. Hal ini karena selepas Magrib, aku ada kelas bahasa Inggris di Fakultas Bahasa dan Seni. Kelas yang kuambil memang seringnya sore atau selepas Magrib gini karena kita pesertanya pun dari berbagai jurusan lintas fakultas yang jam free-nya juga rata-rata menjelang Magrib hingga malam seperti itu. Ya sudah, harus kulalui hari-hari itu dengan tanpa mandi sore karena memang waktunya sangat padat; selesai kuliah aku lanjut mengurus urusan organisasi hingga menjelang Magrib, nah begitu Magrib aku siap-siap sholat dan masuk kelas bahasa Inggris. Kalian tahu aku punya perlengkapan khusus yang selalu kubawa, yakni handuk mungil, sikat gigi, pasta gigi, bedak, sabun muka, tissue, deodorant, lotion dan lip balm. Jika isi tasku terlalu penuh, aku biasanya mengganti handuk mungil dengan tissue kering. Sementara tissue tetap berada di tas, alias selalu kubawa.

Kalian bertanya-tanya untuk apakah peralatan tempur tersebut? Ya, jelas untuk bersih-bersih karena tidak sempat mandi sore. Menjelang ibadah sholat Magrib aku pasti ke toilet, bersih-bersih diri seperti cuci muka, gosok gigi, bersihin ketiak (ups? 😀 ), kemudian ambil wudhu dan sholat Magrib. Setelah selesai sholat Magrib biasanya aku pakai bedak, pakai lotion dan tak lupa memoles bibirku dengan lip balm. Jangan kaget, semua masih dalam takaran natural alias enggak menor; yang penting cukup membuat badan dan wajah berasa fresh dan enak dilihat, enggak kucel serta yang paling utama tidak berbau menyengat. Hehehe, Alhamdulillah sih aku bukan tipe orang yang memiliki kelebihan keringat dengan bau menyengat; semua masih dalam tahap normal-normal aja. Selain itu, aku juga bawa sepasang kaos kaki baru; karena kaos kaki yang udah kupakai seharian pasti sudah kotor dan berdebu; akan sangat mengganggu jika aku tidak ganti kaos kaki. Hehehe. Nah, nanti begitu pulang sampai kost usai kelas bahasa Inggris; barulah aku makan malam, dan kemudian mandi pakai air hangat. Setelah mandi badan akan berasa rileks, segar, bersih dan tentu saja wangi; sehingga bisa istirahat dengan  maksimal karena dini hari nanti aku harus bangun untuk sholat tahajjud dan mengerjakan berbagai tugas baik organisasi maupun kuliah. O ya, kalau di kost aku PeDe memakai wewangian atau lotion yang berbau wangi agak kuat karena di sini aman; dalam artian aku tinggal di kost khusus puteri semua, tidak ada cowok. Hehehe

Nah, begitulah aku melalui hari-hariku dahulu kala ketika tidak sempat mandi sore. Aku tetap membawa perlengkapan rahasia agar badan tetap segar dan bersih, karena jika aku merasa kucel dan kotor karena belum mandi biasanya ini juga akan mengganggu fokus dan konsentrasiku. Makanya aku tadi cukup heran dengan beberapa teman aktivis dakwah yang terkesan mengesampingkan penampilan dan kebersihan diri. Bahkan sering aku melihat beberapa dari mereka tetap PeDe melakukan ibadah sholat dengan tetap berkaos kaki, meskipun kaos kakinya sudah terlihat dekil. Hehe, afwan bukan bermaksud negatif atau gimana; hanya saja kalau sholat kan segala sesuatunya harus bersih ya baik dari segi tempat maupun dari kitanya, harus suci dari najis.

Well, itulah yang bisa ku-share pada kesempatan kali ini. Mohon maaf jika ada tutur kata yang menyinggung atau kurang berkenan di hati para pembaca sekalian. Bukan untuk menyudutkan subyek tertentu, hanya ingin berbagi pengalaman aja kok. Terima kasih 🙂

Crowley-Fresh-Flowers-and-Plants-Roses_slideshow_large

MENJAGA INTERAKSI DENGAN LAWAN JENIS

Munculnya perasaan ketertarikan, kecenderungan, dan akhirnya ketergantungan pada pasangan jenis adalah adanya interaksi dan komunikasi yang rutin, dan intensif. Untuk itu, hendaklah lelaki dan perempuan Muslimah menjaga diri dalam melakukan interaksi serta komunikasi dengan pasangan jenisnya agar tidak memudah-mudahkan diri sehingga cepat menimbulkan perasaan yang lain dan khusus.

Bagi para suami yang bekerja di instansi di mana bertemu setiap hari antara lelaki dan perempuan di sebuah ruang kerja, hendaknya semakin pandai menjaga diri. Demikian pula bagi isteri yang bekerja di sebuah instansi, di mana ia bertemu setiap hari dengan  lelaki di sebuah ruang kerja, harus semakin pandai menjaga diri. Pertemuan yang rutin dengan orang-orangyang sama karena bekerja di instansi dan bagian yang sama, haruslah selalu disikapi dengan hati-hati.

Tidak ada yang tidak mungkin terjadi, semua sekadar saling menyapa, saling berbicara basa-basi sebagai teman, saling berbincang tentang pekerjaan, lama-lama bisa menimbulkan perasaan kecocokan dan bahkan ketertarikan. Jika sudah mulai ada perasaan lebih, biasanya akan ditindaklanjuti dengan tema-tema perbincangan di luar pekerjaan. Hingga akhirnya saling berbincang membuka diri tentang rumah tangga dan data-data pribadi. Semakin berani bercanda, semakin berani menggoda. Semakin asyik berbincang, lahirlah curhat.

Hal itu tidak hanya di dunia kerja, di dunia organisasi dakwah dan harakah sekali pun kondisi ini bisa terjadi, yakni teman satu organisasi, sering berdiskusi tentang program kerja dakwah, sering bertukar pikiran tentang pelaksanaan kegiatan sosial. Ketika merasa enjoy berdiskusi, semakin merasa nyaman untuk mengajak berbincang berbagai persoalan, hingga akhirnya keluar dari batas wilayah kegiatan organisasi; mulai menyangkut wilayah privasi. Semakin berani berkomunikasi, semakin berani berinteraksi, semakin berani mencandai, semakin berani menggoda.

Tidak hanya menimpa anak-anak muda, kondisi ini pun bisa menimpa yang sudah tua. Ingatlah kita semua adalah manusia. Perasaan kecenderungan kepada pasangan jenis adalah perasaan kemanusiaan, entah muda atau tua; lelaki atau perempuan; lajang atau telah berkeluarga. Kita semua adalah manusia, sekali lagi tidak ada yang tidak mungkin terjadi dalam kaitannya dengan komunikasi dan interaksi lawan jenis.

Sesungguhnya secara umum syariat memboehkan adanya interaksi dan komunikasi antara lelaki dan perempuan. Namun ada beberapa adab yang harus dipenuhi agar lebih aman dari fitnah dan lebih membawa kemaslahatan bagi semua. Di antara etika dalam berinteraksi adalah adanya keseriusan agenda, artinya terjadinya interaksi dan komunikasi antara lelaki dan perempuan tidak karena sekadar iseng atau tanpa adanya keperluan yang jelas. 

Bermula dari sekadar iseng, seorang lelaki melakukan interaksi dan komunikasi dengan perempuan. Tanpa agenda yang jelas, hanya untuk sekadar mengobrol dan basa-basi dan bercanda dengan perempuan, akhirnya menjadi hubungan yang rutin. Dari iseng akhirnya merasa mendapatkan banyak kecocokan, sehingga berlanjut kepada curhat. Semakin banyak yang diceritakan semakin banyak kesenangan yang dirasakan, akhirnya semakin sulit melepaskan diri.

Khuwait bin Zubair berkata, “Kami singgah bersama Rasulullah AW di Marrazh Zhahran. Ketika keluar dari tenda akumelihat kaum perempuan sedang berbincang-bincang. Aku tertarik kepada mereka lalu aku kembali lagi ke tenda. Sesampainya di tenda aku membuka peti pakaian dan aku keluarkan pakaian dan perhiasan yang bagus-bagus. Aku kemudian pergi kembali untuk ikut duduk dan mengobrol bersama kaum perempuan tersebut”.

Rasulullah SAW datang dan berkata kepadaku, “Hai Abu Abdullah!” Ketika melihat Rasulullah SAWaku terperanjat dan tidak tahu apa yang harus aku katakan. Akhirnya aku berkata, “Wahai RAsulullah, untaku liar dan melawan. Karena itu aku ingin mencari pengikatnya.”

Rasulullah SAW kemudian berjalan dan aku mengikutinya. Rasulullah SAW melemparkan selendangnya padaku dan masuk ke sela-sela pohon arak. Aku seolah-olah melihat putih punggung Rasul dari balik kehijauan pohon arak tersebut. Beliau buang haat, berwudhu, lalu kembali lagi. Kulihat air mengalir dari jenggot ke dada beliau. Beliau kemudian berkata kepadaku, “Hai Abu Abdullah, apa kabar untamu yang liar itu?”

Kami kemudian berangkat. Setelah itu, setiap kali bertemu, tidak ada yang beliau ucapkan kepadaku kecuali, “Assalamualaikum, wahai Abu Abdullah, apa kabar untamu yang liar itu?” (HR. Thabrani).

Hadits tersebut memberikan gambaran arahan Rasul SAW agar kaum laki-laki tidak terlibat dalam interaksi dengan kaum perempuan yang berkonotasi iseng, tanpa keseriusan agenda interaksi. Karena, akibat iseng ini bisa memudahkan lelaki dan perempuan teratuh ke dalam fitnah interaksi yang berimbas kepada perasaan dan hati mereka, akhirnya memunculkan tindakan menyimpang.

Di antara adab lainnya dalalm berinteraksi antara laki-laki dan perempuan adalah menjaga pandangan agar tidak liar. Pandangan manusia, apalagi bagi kaum lelaki, memiliki pengaruh sangat dahsyat dalam memberikan dorongan awal untuk melakukan tindakan selanjutnya kepada kaum perempuan. Dari pandangan mata, bisa menyebabkan ketertarikan yang besar dan bahkan hanya dari pandangan mata sudah cukup mampu membakar syahwat kaum pria.

Allah SWT berfirman,

“Hendaklah mereka menahan (sebagian) pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.” (QS. An-Nur ayat 31).

Dikutip dengan perubahan seperlunya dari buku Bahagiakan Diri dengan Satu Istri karya Ustadz Cahyadi Takariawan. Semoga bermanfaat 🙂

sosialinteraction

BERPAKAIAN TAPI TELANJANG

Beauty in PinkMungkin sering kita mendengar atau melihat kata-kata berikut: do not accept if seal is broken, jangan terima jika segel penutupnya rusak. Kalimat ini ada di kemasan air mineral dan kemasan produk lain. Jika di beberapa produk saja terdapat peringatan ini agar isinya terjaga, mengapa kepada wanita-wanita kita hal ini tidak berlaku? Padahal, kita pasti sepakat bahwa mereka lebih mulia dari air mineral kan? Aneh!

Berpakaian, tapi telanjang adalah ungkapan yang tepat untuk menunjuk pada wanita yang dalam berpakaian sangat pendek, tipis, dan ketat hingga tampak seksi dan lekuk-lekuk tubuhnya terlihat jelas. Terlebih pakaian yang dapat mempertajam bagian-bagian tubuh, khususnya tempat-tempat yang mudah membawa fitnah, seperti buah dada, paha, dan pinggul.

Wanita-wanita itu dikatakan berpakaian karena mereka memang melilitkan pakaian pada tubuhnya; disebut telanjang, sebab pada hakikatnya pakaiannya tersebut tidak berfungsi menutup aurat. Sesuatu yang kehilangan fungsinya dapat dikatakan sebagai “tidak ada”. Paling tidak, “adanya” sama dengan “tidak adanya”. Pakaian yang mulanya berfungsi menutupi aurat atau bagian tubuh, kini fungsi itu menjadi hilang. Patut sekali bila dikatakan berpakaian, tapi telanjang.

Sebenarnya Rasulullah SAW telah memprediksi datangnya suatu zaman yang wanita-wanitanya berpakaian tapi telanjang, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah sebagai berikut:

“Dua (jenis manusia) dari ahli neraka yang aku belum melihatnya sekarang (di zaman Rasulullah pada saat itu), yaitu kaum yang membawa cemeti-cemeti seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya, dan wanita-wanita yang berpakaian, tetapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundaknya dan berlenggak-lenggok. Kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga, bahkan tidak akan mendapatkan wanginya, padahal sungguh wangi surga telah tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian”.

Termasuk di dalam kategori ini adalah pakaian sebagian wanita yang memiliki sobekan panjang dari bawah atau yang ada lubang di beberapa bagiannya sehingga ketika duduk tampak auratnya.

Perkembangan mode pakaian wanita akhir-akhir ini menunjukkan benarnya prediksi Rasulullah SAW di atas. Beragam model pakaian wanita mulai yang ketat hingga lekuk-lekuk tubuhnya kelihatan; tipis sampai-sampai kulit tubuhnya tampak sekali, pendek yang kemudian bagian-bagian tubuh yang harusnya ditutupi terlihat; hingga pakaian yang panjang, namun terdapat sobekan dari bawah ke atas sampai paha bagian atas.

Mirisnya, perkembangan mode pakaian itu bersesuaian dengan tingginya minat kaum wanita pada beragam model pakaian itu sehingga produsen memproduksi dalam jumlah besar dengan perubahan model-model baru yang sangat cepat. Jasa iklan di media massa juga menjadi penunjang sangat besar. Bahkan, kini banyak terbit majalah yang khusus mengulas pakaian wanita beserta perkembangan mode. Banyaknya instrument yang mendorong wanita untuk mengikuti perkembangan mode menjadi lading bisnis paling empuk bagi pelaku bisnis pakaian.

Keharaman berpakaian yang ketat, tipis, dan pendek bagi wanita itu tidak berlaku bila saat berpakaian seperti itu ia tampil di depan suaminya. Sebab, tidak ada istilah aurat antara suami dan isteri. Bahkan jika hal itu dapat menyenangkan suami hukumnya menjadi sunnah. Hal ini sesuai dengan firman Allah berikut,

“Dan, orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.”

(QS. Al-Mu’minuun {23} ayat 5 – 6)

Wanita yang memakai pakaian sebagaimana diurai di atas dapat dipastikan akan menimbulkan fitnah di masyarakat luas. Bahkan dalam batas tertentu bisa menimbulkan perbuatan zina, karena itu wanita yang demikian sangat berdosa.

 

 

WHOAAA!

Hey, it’s my craziest thing in my life I think. I just got (and always) nightmares, those are so frightening me. I often taking a walk somewhere in a new place, flying around my room (of course by leaving my body still lying on the bed), fighting to strangers (they’re most likely ghost, with beautiful face and also a very bad face that makes me so much scared), and many more. I can leave my body just for flying around the room, get looking into the mirror and just got shocked (many times) because I could even see me in another me.

Recently, I still got shocked (or surprised perhaps?) with my new ‘activity’. Once I start closing my eyes in the night, that just open my ‘another eyes’. I could easily see things in my room (and watch them in details), and sometimes in a very bizarre place that I have never visited before. I could see ‘others’ presence in certain places; when doing sweeping, washing clothes, washing plates and glasses, watching TV programs, and many more.

This just makes me scared, and happy sometimes but not often 😦

dove_sky_wide

AH INI KEGILAANKU :D

Hal yang aneh dan mungkin sulit dipahami bagi sebagian orang, ketika aku merasa begitu nyaman dengan dunia media sosial (baca: medsos). Salah seorang guruku di SMK, Bapak Supono pernah mengatakan bahwa tempuhlah besi selagi panas. Artinya kurang lebih demikian, selagi kita memiliki ide baru segeralah tuangkan, selagi kita mempunyai niat untuk berkarya maka segeralah berkarya. Di kesempatan lain semisal kajian ke-Islam-an, pengajian ibu-ibu, dan event sejenis aku juga sering mendengar bahwa selagi kita ada keinginan untuk berbuat baik maka segeralah laksanakan karena syetan tidak akan pernah lelah untuk menggagalkan niat baik kita, meski baru terbesit di hati. Lho, kok malah mbulet sih ngomong ke sana kemari nggak jelas gini? Hehehe, ndak papa; bebas berkarya suka suka gue aja kalee 🙂 

Oke, back to the topic. Kegilaanku terhadap dunia maya (internet) memiliki berbagai alasan. Aku tidak akan mengurutkannya dan aku tak akan berpusing-ria memikirkan poin demi poin mengapa aku gila internet. Aku hanya akan menulis apa yang sedang kupikirkan. Begitulah kurang lebihnya. Pertama, (eh, ini masuk poin ya? 🙂 ) aku menyukai jejaring internet karena aku bisa bebas berekspresi. Mengapa kubilang bebas? Ya, karena ketika aku menuliskan apa yang kupikirkan orang tidak akan serta merta menyanggahnya, menyangkal atau bahkan mencaci maki. Hehehe, ini kan dunia maya Bung! Kita tidak harus bertatap muka untuk saling berdebat, kan? Lho, penakut toh? Ya enggak gitu juga kali, hanya saja aku kurang menyukai perdebatan; lebih khusus lagi perdebatan yang mengharuskan bertatapmuka secara langsung. Seringnya aku bakalan terbawa emosi kalo gitu, hehehe. Makanya, cari yang aman-aman sajalah. Syukur-syukur apa yang kutulis bisa menginspirasi para pembaca; wah dapet bonus pahala dari Allah nih, Insha Allah 🙂

Kedua, aku bisa bebas ngangsu kawruh; belajar secara mandiri atau otodidak. Materi yang bisa kupelajari meliputi banyak hal, lintas wilayah bahkan lintas negara (atau tak jarang malah lintas alam semacam alam ghaib dan alam manusia, hihihi), pokoknya apapun yang bisa melegakan rasa dahagaku akan ilmu dan pengetahuan. Kalau belum tau dan belum jelas segamblang-gamblangnya maka aku akan terus bertanya. Tipe yang ogah didekte dan diceramahin, tapi begitu tergila-gila dengan dunia diskusi, dan ilmiah (ya karena ketika aku ngobrol [baca: diskusi] dengan Nenek misalnya, beliau sering mengaitkan berbagai kejadian alam dengan takhayul je bro 🙂 ). Dengan internet, aku bisa surfing ke manapun yang kumau tanpa harus menghabiskan banyak uang. Aku bisa baca berbagai referensi mengenai London misalnya, Frankurt, Stutgart, Rotterdam, dan sebagainya (silakan dicatat, entah mengapa aku begitu ingin mengunjungi kota-kota itu. Dulu pas SMP aku pernah membuat novel yang mengambil latar tempat di kota-kota tersebut 🙂 ).

Pokoknya, internet itu asyik! Entah mau dibikin poin sampai berapapun aku akan tetap menyebut bahwa internet itu mengasyikan. Bahkan untuk hal-hal gila semacam kepo atau stalking kabar seseorang tanpa harus bertemu atau bertanya secara langsung (ehm, gengsi mungkin? Oh, big no no! Bukan gengsi, tapi menjaga privasi 🙂 ). Update berita-berita politik nasional misalnya, tanpa harus duduk lelah menonton televisi sambil mendengarkan Nenek bercerita. Lho, kok? Iya, silakan main ke rumah. Ketika kami sedang asyik-asyiknya menonton acara TV, maka Nenek-pun dengan antusias bikin acara sendiri ikut ‘bercerita’. O Mean, yang benar saja?? Hehehe, ya setidaknya seperti itulah yang terjadi 🙂

Pun demikian ketika aku sedang down, sedih tak terkira; ketika bertemu dengan orang justru semakin mengiris dan menorehkan luka di hati (halah, lebay deh 🙂  ); mencurahkan uneg-uneg di medsos cukup berhasil mengurangi kesedihanku itu. Dan itu justru jadi semacam pelecut semangat buatku. Bayangin aja, misal aku lagi sebel atau kesal karena suatu hal (dan ingin marah) lalu aku tulis di blog, atau update di facebook, twitter or semacamnya; maka yang keluar adalah untaian kalimat indah, bukan lagi marah. Dan ini juga yang syukur-syukur bisa membuka hati orang lain juga, meski awalnya aku hanya ingin menenangkan diriku sendiri tapi aku yakin para pembaca yang bijak akan turut terbuka hatinya membaca ‘tausiyah-tausiyah’ itu. Alhamdulillah deh. Eh, tapi parahnya jika ada yang percaya buta dengan apa yang mereka baca; misal aku posting tentang sesuatu yang berbau mistis lalu para pembaca yang budiman mengartikannya serupa atau yang tergila misalnya: oh dia penyihir toh. Wow! 🙂

Haha, penutup nih. Apapun itu, segala sesuatu yang berlebihan pasti ada tidak baiknya. Oleh karena itu, segila-gilanya kamu dengan dunia internet; tetap konsisten dengan standar ‘yang sedang-sedang’ saja. Jika melanggar aturan ini? Ya silakan ditunggu saja, dampak yang kurang mengenakkan akan segera menghampiri Anda. Waspadalah … waspadalah … lah … lah … lah…

Sekian yang dapat saya share kali ini, mohon maaf apabila ada yang tak berkenan di hati pembaca sekalian. Bukan unsur kesengajaan, namun bukan juga fiktif (terus apa dong? Entahlah 🙂  ). Mari kita tutup  dengan membaca istighfar dan doa penutup majlis.

Have a great day!!! 🙂

maxresdefault

KEINDAHAN RUMAH TANGGA

Abdullah bin ‘Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ketika seseorang masuk ke surge, ia menanyakan orang-tua, isteri, dan anak-anaknya. Lalu dikatakan kepadanya, ‘Mereka tidak mencapai derajat amalmu.’ Ia berkata, ‘Ya Tuhanku, aku beramal bagiku dan bagi mereka.’ Lalu Allah memerintahkan untuk menyusulkan keluarganya ke surga itu.

Setelah itu Ibnu ‘Abbas membaca surat Ath Thur ayat 21, “Dan orang-orang yang beriman, lalu anak cucu mereka mengikuti mereka dengan iman, kami susulkan keturunan mereka pada mereka, dan Kami tidak mengurangi amal mereka sedikit pun”.

Begitu Ath-Thabrani dan Ibnu Mardawaih meriwayatkan.

Kemudian, dalam surat Ar-Ra’d ayat 23, Allah SWT mengabarkan, Surga ‘And, mereka masuk ke dalamnya bersama mereka yang saleh di antara orangtua mereka, isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka.

Setelah menikah, ada amanah yang kita pikul bersama. Ada yang perlu kita perjuangkan bersama. Mudah-mudahan pernikahan menjadi pintu kebaikan. Semoga Allah memperbaiki agama dalam hati dan perilaku kita. Semoga dengan demikian, Allah berkenan memanggil kita bersama beserta keturunan kita sebagaimana yang dijanjikan Allah dalam surat Az-Zukhruf ayat 70, Masuklah ke surga beserta isteri kamu untuk digembirakan.

Sebelum menikah, barangkali agama dalam diri kita belum terurus. Maka dengan menikah, mudah-mudahan ada kerja sama untuk saling menjaga agar agama dalam diri kita tidak merosot. Alangkah indahnya jika masing-masing dapat membantu temamn hidupnya untuk memperbaiki agamanya. Mereka membantu dengan penuh kelembutan dan kelapangan hati.

“Jika suami isteri bekerja sama, saling membantu, dan taat kepada Allah, maka Allah akan mencintai mereka,” kata Majid Sulaiman Daudin. Kemudian ia melanjutkan, “Barangsiapa yang dicintai oleh Allah, dia akan memperoleh semua yang diharapkan. Dia akan hidup dengan bahagia dan penuh barokah. Dia akan melintasi pintu gerbang dunia menuju pintu gerbang akhirat, dan di sanalah terdapat surga yang penuh dengan kenikmatan yang kekal”.

Telah kupinang engkau dengan hamdalah, telah kuminta engkau dengan kalimat pujian kepada Allah. Sekali-kali tidaklah pinangan itu hanya untuk mencurahkan kasih sayang selama di dunia, begitu akad nikah diucapkan. Ada yang lebih besar lagi. Mengetuk pintu kasih sayang Allah bersama-sama sehingga Ia berkenan memasukkan kita ke dalam surga-Nya.

Suami isteri bisa saling membantu untuk memperbaiki agama mereka. Mereka bisa mengajarkan apa-apa yang tidak diketahui pasangannya. Mereka bisa saling mengingatkan. Di sinilah ada ladang amal shalih bagi keduanya; ketika tingkatan ilmu agama mereka sederajat maupun ketika salah satu dari mereka lebih tinggi.

Rasulullah Muhammad SAW, bersabda: “Allah merahmati seseorang yang bangun pada malam hari lalu menunaikan shalat. Dia bangunkan isterinya dan jika isteri enggan, maka dia percikkan air ke wajahnya. Dan Allah merahmati seorang wanita yang bangun malam hari untuk menunaikan shalat. Dia bangunkan suaminya dan apabila suaminya enggan, maka dia percikkan air ke wajahnya.” (HR Abu Dawud, an-Nasa’I, Ibnu Majah, dan lainnya. Ibnu Hibban dan Al-Hakim menshahihkan hadis ini. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani berpendapat, hadis ini hasan).

pretty-wallpaper-backgrounds